Arsip Kategori: Uncategorized

rafting

Rafting atau arung jeram adalah kegiatan atau olahraga rekreasi yang menantang menggunakan perahu karet untuk menelusuri sungai.Olahraga arung jeram dilakukan di sungai dengan kondisi arus bergelombang dan deras. Olahraga ini dapat membangkitkan andrenalin,memacu semangat,dll bagi para penggiat olahraga tersebut.

kelas sungai dalam arung jeram

Grade 1: sedikit gelombang dan arus tidak terlalu deras, mungkin memerlukan sedikit manuver.
Grade 2: terdapat gelombang , mungkin beberapa batu, mungkin memerlukan beberapa manuver.
Grade 3: jeram, gelombang kecil, mungkin drop kecil, tapi tidak cukup bahaya. Memerlukan manuver signifikan.
Grade 4: jeram, sedang gelombang, mungkin batu-batu, mungkin cukup jatuhkan, manuver tajam mungkin diperlukan.
Grade 5: jeram, gelombang besar, kemungkinan batu-batu besar dan bahaya, kemungkinan penurunan besar, memerlukan manuver tepat
Grade 6: Kelas 6 jeram dianggap begitu berbahaya untuk secara efektif tidak dapat di arungi. jeram, ombak besar, batu-batu besar dan bahaya. Melintasi sebuah Kelas 6 cepat memiliki kemungkinan banyak yang berakhir dengan cedera parah atau kematian dibandingkan dengan kelas yang lebih rendah.

peralatan arung jeram

  1. Perahu karet : digunakan untuk melakukan pengarungan sungai
  2. Dayung : untuk menjalankan perahu
  3. pelampung : Guna dari pelampung adalah untuk mengangkat tubuh ke atas permukaan air yang bergolak. Pelampung harus nyaman dan enak di pakai, pas dibadan tidak melorot ke atas waktu di air.
  4. helm : Harus tertutup sampai bagian telinga, ringan mempunyai sirip yang kokoh. Pada bagian dalam terdapat busa yang padat yang dapat dengan cepat mengeluarkan air dari dalam helm. Dianjurkan untuk mengunakan helm berwarna cerah, karena pada waktu berenang di jeram yang muncul keluar adalah bagian kepala.

teknik gerakan dan arah mendayung

Dayung Maju (Forward Strokes)
Dimulai dengan mendorong daun dayung ke muka dengan tangan sebelah luar. Kemudian tahan sebentar posisi ini dengan kuat dorong pegangan dayung ke muka untuk menekan daun dayung dalam-dalam ke air. Lanjutkan mendayung dengan mendorong pegangan sekaligus menarik gagang dayung, dengan mempertahankan daun dayung pada sudut yang benar sehingga dayung berada di bawah pantat. Keluarkan daun dayung kemudian putar daun dayung sejajar permukaan air. Ulangi lagi. Ini sering disebut dengan dayung kuat. Jenis mendayung maju lain adalah dengan menempatkan dayung lebih ke luar.

Dayung Balik (Back Stroke)
Kebalikan dari forward stroke. Celupkan daun dayung ke dalam air sehingga jauh ke belakang pantat, kemudian dorong gagang ke muka sambil menarik pegangan ke belakang dan gerakan ini berakhir ketika daun dayung berada pada posisi awal dayung maju.

Dayung Tarik (Draw Stroke)
Dilakukan dengan menancapkan daun dayung jauh ke samping dan kemudian tarik ke arah perahu dengan lurus.

Dayung Menyamping (Pry Stroke)
Merupakan kebalikan dari dayung tarik dan merupakan pelengkap untuk mengendalikan perahu dan biasanya dilakukan kapten yang duduk di buritan untuk mengendalikan perahu.


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.