Arsip Bulanan: Desember 2009

Teknik mengapung di air

sebelum melakukan renang di kolam atau di mana saja harus di awali dengan pemanasan, untuk meregangkan otot agar tidak kaku (kram)waktu berenang. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melakukan pemanasa. Ada pun pemanasan yang biasa dilakukan:
a. Peregangan kepala
b. Peregangan tangan
c. Perenganan pinggul
d. Peregangan kaki

ada beberapa teknik untuk mengapung di air yaitu :

1. posisi telentang (wajah menghadap ke atas)

Mengapung di air dengan posisi tidur telentang ini sangat mudah dilakukan bahkan oleh orang yang tidak bisa berenang sama sekali.
Caranya:
a. rebahkan badan ke belakang
b. lepaskan pijakan kaki dari lantai secara perlahan
c. kepala ditarik agak ke belakang (posisi kedua telinga masuk ke dalam air)
d. gerakkan kaki secara perlahan agar kaki terus mengapung dan tidak tenggelam (gerakan kaki bebas, boleh gaya bebas, gaya dada atau gaya Anda sendiri .

Kesalahan yang sering terjadi adalah kepala kurang ditarik ke belakang, sehingga mulut dan hidung akan terendam dan kemasukan air. Juga akan membuat kaki tidak akan mengapung.

2. posisi badan tegak (kepala di atas)

mengapung dengan teknik ini sangatlah mudah, hanya bagaimana menjaga keseimbangan di air agar tetap mengapung.
Caranya:
a. posisi tubuh seperti orang yang berdiri di atas air
b. gerakkan kaki seperti gaya dada
c. gerakkan kedua tangan secara bersama-sama naik turun

Mungkin pada awalnya Anda agak mengalami kesulitan karena kepala akan timbul – tenggelam. Setelah bisa mempertahankan gerakan ini cukup lama dan bisa mengambang dengan kepala tetap di atas. Setelah terbiasa akan lebih mudah melakukannya.


Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa bantuan peralatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga.

Dalam renang ada beberapa teknik yang digunakan berenang yaitu dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. macam gaya pada renang adalah :

  1. Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
  2. Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
  3. gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
  4. Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

rafting

Rafting atau arung jeram adalah kegiatan atau olahraga rekreasi yang menantang menggunakan perahu karet untuk menelusuri sungai.Olahraga arung jeram dilakukan di sungai dengan kondisi arus bergelombang dan deras. Olahraga ini dapat membangkitkan andrenalin,memacu semangat,dll bagi para penggiat olahraga tersebut.

kelas sungai dalam arung jeram

Grade 1: sedikit gelombang dan arus tidak terlalu deras, mungkin memerlukan sedikit manuver.
Grade 2: terdapat gelombang , mungkin beberapa batu, mungkin memerlukan beberapa manuver.
Grade 3: jeram, gelombang kecil, mungkin drop kecil, tapi tidak cukup bahaya. Memerlukan manuver signifikan.
Grade 4: jeram, sedang gelombang, mungkin batu-batu, mungkin cukup jatuhkan, manuver tajam mungkin diperlukan.
Grade 5: jeram, gelombang besar, kemungkinan batu-batu besar dan bahaya, kemungkinan penurunan besar, memerlukan manuver tepat
Grade 6: Kelas 6 jeram dianggap begitu berbahaya untuk secara efektif tidak dapat di arungi. jeram, ombak besar, batu-batu besar dan bahaya. Melintasi sebuah Kelas 6 cepat memiliki kemungkinan banyak yang berakhir dengan cedera parah atau kematian dibandingkan dengan kelas yang lebih rendah.

peralatan arung jeram

  1. Perahu karet : digunakan untuk melakukan pengarungan sungai
  2. Dayung : untuk menjalankan perahu
  3. pelampung : Guna dari pelampung adalah untuk mengangkat tubuh ke atas permukaan air yang bergolak. Pelampung harus nyaman dan enak di pakai, pas dibadan tidak melorot ke atas waktu di air.
  4. helm : Harus tertutup sampai bagian telinga, ringan mempunyai sirip yang kokoh. Pada bagian dalam terdapat busa yang padat yang dapat dengan cepat mengeluarkan air dari dalam helm. Dianjurkan untuk mengunakan helm berwarna cerah, karena pada waktu berenang di jeram yang muncul keluar adalah bagian kepala.

teknik gerakan dan arah mendayung

Dayung Maju (Forward Strokes)
Dimulai dengan mendorong daun dayung ke muka dengan tangan sebelah luar. Kemudian tahan sebentar posisi ini dengan kuat dorong pegangan dayung ke muka untuk menekan daun dayung dalam-dalam ke air. Lanjutkan mendayung dengan mendorong pegangan sekaligus menarik gagang dayung, dengan mempertahankan daun dayung pada sudut yang benar sehingga dayung berada di bawah pantat. Keluarkan daun dayung kemudian putar daun dayung sejajar permukaan air. Ulangi lagi. Ini sering disebut dengan dayung kuat. Jenis mendayung maju lain adalah dengan menempatkan dayung lebih ke luar.

Dayung Balik (Back Stroke)
Kebalikan dari forward stroke. Celupkan daun dayung ke dalam air sehingga jauh ke belakang pantat, kemudian dorong gagang ke muka sambil menarik pegangan ke belakang dan gerakan ini berakhir ketika daun dayung berada pada posisi awal dayung maju.

Dayung Tarik (Draw Stroke)
Dilakukan dengan menancapkan daun dayung jauh ke samping dan kemudian tarik ke arah perahu dengan lurus.

Dayung Menyamping (Pry Stroke)
Merupakan kebalikan dari dayung tarik dan merupakan pelengkap untuk mengendalikan perahu dan biasanya dilakukan kapten yang duduk di buritan untuk mengendalikan perahu.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.